Senin, 29 Agustus 2011

selanjutnya...........

74
Hati ini langit begitu cerah
Hujan seakan tak pernah ada
Matahari bersinar dengan teriknya
Di sepanjang perjalanan hidup ini
75
Tangisanmu seolah membuatku senang
Melihatmu sakit aku ingin tertawa
Biar kau merasakan apa ynag pernah ku rasakan
Seberapakah hancur hati mu sayang
76
Cinta diman akau berada
Disini aku tetap setia
Meski hujan badai menghadang
Selalu ingat kasih sayang yang kau berikan

Saat ini ku merindukan tawamu,senyummu bahkan candamu
Semua tak”kan pernah ku dapatkan lagi darimu
Karena kau telah pergi meninggalkanku
77
Sempit atau luaskah dunia ini
Tuk menggapaimu kembali
Agar ku dapat meraih hati
Layaknya dulu lagi

Apakah kau masih menyayangiku
Agar kita dapat menyatu
Atau tiak mengkin tuk bersatu
Sempurnakah rasa cintaku

Seandainya kau menerimaku lagi
Ku kan menjadikan mu kekasih sejati
Tapi tak semudah itu tuk menggapai pelangi
Harapan ini ku serahkan padamu kekasih
78
Sepahit daun keladi
Semanis buah stawberri
Bila nanti ku pergi
Jangan kau mencariku lagi
79
Sedalam samudra telah ku telusuri
Alam semesta telah ku lalui
Meski kau tak menggapku lagi
Tetapi ku tetap menantimu kekasih

80

Wangi bunga du hamparan sunyi
Ku petik dengan kesungguhan hati
Senyum terindah yang akan ku beri
Padamu seorang diri

Pernah mencoba tuk berserah diri
Menjalani takdir yang tak pasti
Kemana kaki ini harus melangkah pergi
Mengikuti jejak yang tak bertepi



81
Detak jantung berbunyi
Menghilang bagai pelangi
Permata ungu jatuh ke bumi
Menghiasi setiap insane yang bersemi
Bunga melati harum putih mewangi
Akankah cinta ini akan abadi

82
Di kala ku menangis kau menangis
Di kala ku tertawa kau tertawa
Jika ku bersedih kau selalu ada
Jika ku gembira kau begitu juga

Sahabat sejati tak”kan pernah mati
Meski waktu yang memisahkan nanti
Kesetiakawanan yang kau beri
Tak”kan ku lepas sampai akhir hidup ini

Selama nafas belum terhenti
Kan ku jaga kau sepenuh jiwa raga ini
Agar kelak kau dapatkan hidup yang berarti
Sampai dunia mu hancur berkeping-keping menjadi puing





83

Melewati langit tanpa batas
Lautan yang sangat luas
Makna yang terdengar lugas
Terucap dan terlintas keras
Cinta yang tak terbalas
Kasih sayang yang tak terbatas
Membuat hati ini lepas
Dan masih membekas
Selama ku masih bernafas

84

Perjalan ini sangatlah melelahkan
Hanya terpaku pada satu tujuan
Yang belum tentu mengarah pada kebenaran
Detik demi detik yang membangunkan atas perjuangan mu pahlawan

Kau menyapa ku disaat ku terdiam
Kau mengajari ku disaat ku tak paham
Kau menasehati ku diwaktu ku terlelap dalam angan
Kau bina aku dikala ku terjerumus kea rah berlawanan

Maka ku sebut kau pahlawan tanpa tanda jasa
Jasamu tak dapat diukir dengan lukisan
Tak lekang di bayar oleh uang
Karena waktumu hanya untuk keberhasilan seseorang
85

Ketika suka membuat luka
Ketika sayang menjadi hilang
Ketika cinta telah padam
Ketika pandangan tak selamanya benar
Hidup ini penuh dengan cobaan
Yang tak henti-hentinya menghadang
Jika lau nanti ku telah tiada
Jangan setetes pun air mata itu terjatuh di tanah lapang

86

Samudra hindia sangatlah luas
Membentang di atas kertas
Hingga dunia terbelah dua
Memisahkan jiwa dan raga
Teringat akan sebuah cinta
Dulu cinta bersemi diantara kita
Kini telah leyap terbawa sang ombak
Terombang-ambing ke laut pekat

87

Rumah adalah istana
Meski tak indah namun sederhana
Kadang tebesit kata pisah
Mencari pengganti lembaran kisah
Tapi tak semudah itu membuang rasa
Karena tumbuh dengan cinta
Cinta di hati telah hilang
Tak’kan bisa lagi tuk di pertahankan
88

Malam ini terkesan sunyi
Karena tiada lagi kau disisi
Mencoba membuang rasa ini
Sampai terkubur terlelap api
Tapi detik ini pun ku tak dapat pergi
Tuk melupakanmu dari kehidupan yang fana ini
Jika suatu saat nanti ku tak bernafas lagi
Maafkan lah semua kesalahan ku ini

89

Cinta hanyalah mimpi
Yang tak”kan pernah terjadi
Cinta itu seperti duri
Yang sering menusuk hati
Cinta bagaikan air laut
Yang mengalir tapi rumit
Cinta itu layaknya bukit
Yang indah dalam waktu sempit
Cinta bagaikan akar yang melintang
Yang tegar tetapi membuat air mata berlinang
Cinta itu seperti samudra
Yang sempurna meski menyiksa

90

Andai ku dapat mengulang waktu
Waktu saat masih bersamamu
Dalam suka maupun duka
Dalam menangis maupun tertawa
Takdir ini yang harus kita jalani
Perpisahan yang tak dapat dihindari
Jangan mengharapkan ku lagi
Karena masih banyak yang lebih baik dari diriku ini

91

Cinta ku ini telah menghilang
Hilang terbang melayang
Jauh pergi tak ada arah dan tujuan
Sampai kapan ku harus mengambang di lautan

92

Siang ini jadi bebanku
Tak ada satu pun yang membantu
Seolah-olah ku di anggap batu
Yang terinjak-injak dibukit lalu

93

Jernih air di perairan sunyi
Kicau burung tiada henti
Indahnya langit yang selalu menemani hari
Seperti hati ku saat ini



94

Jika ku dapat menembus langit
Kan ku kejar secepat kilat
Jika ku dapat memutar waktu
Kan ku kembalikan dirimu itu
Agar mereka semua tahu berharganya kau bagiku

95

Sempitnya hati tak bertepi
Hati nurani hilang tanpa henti
Hatiku ini selalu saja disakiti
Dan tak ada rasa manis itu lagi

96

Hidup ini bagai roda yang terus berputar
Kadang suka kadang duka
Kadang tersanjung kadang terhina
Andai kau dapat sempurna
Tak ada lagi manusia hina
Karena ku akan senantiasa melindunginya

97

Kejamnya dunia menghentikan langkah
Langkah yang baik tiada arti lagi
Alangkah sia-sia hidup didunia ini
Jika hanya saling membenci

98

Merangkai hati yang patah
Sulit tuk di lupakan
Kejamnya tak ternilai
Membuat ku tak bisa tuk memaafkan
Luka yang tergores amatlah dalam
Selalu menghiasi malam kelam
Aku memang bukan siapa-siapa
Yang tak mempunyai harta maupun tahta
Tapi semua ini ku jalani dengan senyuman
Agar hasilnya juga memuaskan
99

Batin ku remuk bagai karang
Terpecah belah hingga lenyap
Dendam ini entah kapan terbalas
Samapi kiamat pun mendekat

100

Suara-suara serentak menghilang
Bagai bung ataman berguguran
Bukan aku tak ingin cinta
Tetapi cinta itu telah ku kubur dalam-dalam

101

Rasa ini telah menjadi abu
Sewaktu api membakar tubuh
Kekecewaan yang kau beri dulu
Kan ku kenang sepanjang waktu

102

Hentikan amarahmu
Pergilah ke laut mencari ketenangan
Kebahagiaan yang tak pernah kau dapatkan
Kesengsaraan yang selalu menyelimuti kehidupan
Cita-citamu takkan pernah terhalang
Jika ada kemauan yang dalam

103

Secepat inikah sayang itu hilang
Semudah inikah cinta itu lenyap
Apakah ini yang harus ku alami
Tampaknya hidup ini tiada artinya lagi

104

Indahnya kelopak matamu
Manisnya ku hisap madumu
Sejuknya bila berada didekat mu
Wanginya harum tubuhmu
Beraneka warna yang kulihat darimu
Mempesona gerakan lenturmu
Membuatku terpanah saat melihatmu
Oh…… bunga ku

105

Kan selalu ku tunggu
Disetiap waktu luangku
Indah raut wajahmu
Lembut bila ku belai dirimu
Halus seluruh tubuhmu
Terasa lemah jantungku
Karena kau peliharaan kesayangan ku

106

Ketika ku mati
Ku ingin kau menemani
Kau ajari aku tuk terakhir kali
Melepasku dengan ketulusan hati

107

Melihatmu sungguh bewarna
Tak pernah lepas dari angkasa
Kelap kelipnya malam menghampiri
Di hati ku yang tak karuan ini

108

Cinta itu setinggi langit
Seindah pantai
Seharum bunga
Sedalam samudra
Seluas jagat raya
Sebesar dunia
Sepanjang lautan
Sekuat ombak
Sejernih air

109

Aku bukan tumbuhan
Bukan pula hewan
Aku bukan sampah
Bukan pula indah
Ku hanyalah manusia biasa

110

Jangan bilang cinta bila tak tahu artinya
Jangan bilang sayang bila hanya di bibir saja
Jangan bilang suka bila hanya sekedarnya
Jangan bilanh kagum bila hany dengan kata-kata
Jangan bilang benci kalau akhirnya jadi cinta

111

Tak mudah tuk mendapatkannya
Tak mudah tuk menemukannya
Tak mudah tuk mencarinya
Tak mudah tuk menggapainya
Tak mudah tuk menggenggamnya
Tak mudah tuk memilikinya
Karena dia hanya ada satu didunia

112

Aku hanyalah seorang wanita jalang
Yang tergoda akan bujuk rayuan
Tetapi ku tak seburuk yang kau fikirkan
Karena ku masih punya perasaan

113

Detik demi detik berlalu
Bunga mekar menjadi layu
Dirmu bukanlah untukku
Tetapi ku masih saja mengharapkanmu

114

Aku hanya ingin menjadi temanmu
Tidak lebih dari pada itu
Setidaknya kau tahu itu
Ku tak mungkin berharap banyak darimu



Ku hidup karenamu
Ku bernafas tanpamu
Ku ada di sampingmu
Ku jaga kau disisi ku
Ku mati meninggalkanmu
Tak”kan ku lepas sampai akhir hayatku

115

Bukan cinta yang inginkan hati
Tapi hati yang inginkan cinta
Bukan api yang bermain cinta
Tapi cinta yang bermain api
Bukan cinta yang menjadi benci
Tapi benci yang menjadi cinta
Bukan cinta yang ku dapatkan
Melaikan perih yang ku rasakan

116

Suara hati untukmu tiada lagi
Hilang lenyap bagai debu
Kini ku jalani hari-hari tanpamu
Sungguh tak seindah lalu
Jalan ini yang harus kita tempuh
Ku harap kau merelakanku
Dan membuka lembaran baru

117

Aku memang tak seindah bunga yang mekar
Tak seterang rembulan malam
Tak berkelip seperti bintang
Tak secerah mentari pagi
Tak memiliki hati yang suci
Tak berwarna layaknya awan
Tak setinggi langit di angkasa
Tak sepanas teriknya matahari
Tak sedingin salju di kutub bumi
Tapi inilah aku



118

Suatu anugrah jika ku dapat mengenalmu
Suatu musibah jika ku tak bisa meraihmu
Suatu keindahan jika kau tersenyum manja di hadapanku
Suatu kemenangan jika kau jadi milikku
Suatu keikhlasan jika kau tak menerima cintaku
Suatu ikatan pertemanan akan ku berikan padamu jika itu yang kau mau

119

Tetesan air mata yang menerpa
Tak dapat menghapus luka yang terpendam
Aku hanya manusia yang tak punya perasaan
Seenaknya mempermainkan hati seseorang

120

Kicauan burung telah terdengar
Rembulan menghilang tanda mentari akan datang
Bangunkan dirimu dari angan dan impian
Jalani hari-hari dengan penuh keikhlasan

121

Waktu kau terlelap tidur
Kau merasakan indahnya malam
Waktu kau terbangun
Rasakan lah sejuknya hari

122

Ku tak bisa mengejarmu
Ku tak sanggup menggapaimu
Ku tak kuat merebut hatimu
Ku tak berarti untukmu
Ku bukanlah yang terbaik bagimu
Ku tak pantas denganmu
Ku bukan pilihan hatimu

123

Di tempat ini kau berpijak
Melangkah tuk mencapai tujuan
Tiap hari menimba ilmu pengetahuan
Agar tak menjadi buta kehidupan

Gedung tinggi menjulang ke awan
Bukan itu yang kau kejar kawan
Melainkan suatu pengalaman
Belajar menatap cahaya masa depan

Timbul keinginan yang dalam
Di bina dengan ketulusan
Tempat berbagi tawa dan canda
Tak dapat di ukir lewat mata

Cita-citamu begitu mulia
Menjadikan bangsa ini sejahtera
Tak seperti oknum lainnya
Yang hanya mengejar tahta dan harta semata



124

Cinta ini tulus tanpa pamrih
Sayang ini alami bukan lirih
Hidup ini bukanlah alasan
Tuk berbuat banyak kesalahan

Aku hanya wanita jalang
Wanita yang tak diharapkan
Rasa terpendam amat dalam
Tak lekang menepis masa kelam

Menatap indah merpati terbang
Berharap keajaiban itu akan datang
Hadir dalam mimpi malam
Memutar waktu kembalikan kesucian








Tidak ada komentar:

Posting Komentar